PENJERNIHAN AIR SECARA FISIKA
Air
merupakan sumber alam yang sangat penting di dunia, karena tanpa air kehidupan
tidak dapat berlangsung. Penjernihan air adalah dapat digunakan untuk membuat
air dapat digunakan untuk suatu penggunaan tertentu. Tujuan penjernihan air yaitu proses penjernihan
air bertujuan untuk menghilangkan zat pengotor atau untuk memperoleh air yang
kualitasnya memenuhi standar persyaratan kualitas air seperti :
1.
Menghilangkan gas-gas terlarut
2.
Menghilangkan rasa yang tidak enak
3.
Membasmi bakteri patogen yang sangat berbahaya
4.
Mengelolah agar air dapat digunakan untuk rumah tangga
dan industri
5. Memperkecil sifat air yang menyebabkan terjadinya
endapan dan korosif pada pipa atau saluran air lainnya.
6.
Untuk menghilangkan kotoran dalam air yang keruh.
7.
Untuk mengetahui bagaimana proses penyaringan air.
8.
Untuk menunjukan pemisahan campuran dengan cara
penyaringan.
9.
Untuk membuktikan bahwa dengan penyaringan air dapat
kembali jernih
Pada dasarnya penjernihan air dilakukan
dengan salah satu dari 3 metode atau kombinasi dari 3 metode tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Penjernihan air dengan metode
fisika
2. Penjernihan air dengan metode
kimia
3. Penjernihan air dengan metode
biologis
Dalam
pembahasan ini ada 4 prinsip dalam penjernihan air dengan menggunakan metode fisika sebagai berikut:
PENJERNIHAN AIR DENGAN METODE FISIKA
1. Prinsip penyaringan (filtrasi)
Penyaringan merupakan proses
pemisahan antara padatan/koloid dengan cairan. Proses penyaringan bisa
merupakan proses wal (primary treatment) atau penyaringan dari proses
sebelumnya. Apabila air olahan mempunyai padatan dengan ukuran seragam,
saringan yang digunakan adalah single medium. Sebaiknya bila ukuran
padatan beragam, digunakan saring dual medium atau three medium.
Penyaringan air olahan yang mengandung padatan beragam dari ukuran besar sampai
kecil/halus. Penyaringan dilakukan dengan cara membuat saringan bertingkat,
yaitu saringan kasar, saringan sedang sampai saringan halus.
Untuk merancang sistem
penyaringan ini perlu penelitian terlebih dahulu terhadap beberapa faktor sebagai
berikut:
1. Jenis limbah padat (terapung
atau tenggelam)
2. Ukuran padatan: ukuran yang
terkecil dan ukuran yang terbesar
3. Perbandingan ukuran kotoran
padatan besar dan kecil
4. Debit air olahan yang akan
diolah
Bentuk dan jenis
saringan bermacam-macam. Penyaringan bahan padatan kasar menggunakan saringan
berukuran 5 -20 mm, sedangkan padatan yang halus (hiperfiltrasi) dapat
menggunakan saringan yang lebih halus lagi. Saringan ini diusahakan mudah
diangkat dan dibersihkan.
Bahan untuk penyaringan
kasar dapat terbuat dari logam tahan karat seperti stainless steel, kawat
tembaga, batu kerikil, btu bara, karbon aktif. Penyaringan untuk padatan yang
halus dapat menggunakan kain polyester atau pasir. Jenis saringan yang biasa
digunakan adalah saringan bergetar, barscreen racks, dan bak penyaringan
saringan pasir lambat. Jenis saringan yang banyak digunakan adalah saringan bak
pasir dan batuan. Saringan pasir menggunakan batu kerikil dan pasir. Pasir yang
baik untuk penyaringan adalah pasir kuasa. Jenis
saringan menurut konstruksinya dibedakan menjadi saringan miring, saringan
pembawa, saringan sentrifugal dan drum berputar. Kecepatan penyaringan
dikelompokan menjadi tiga:
1. Single
medium: saringan
untuk menyaring air yang mengandung padatan dengan ukuran seragam
2. Dual
medium: saringan untuk menyaring air limbah yang
didominasi oleh dua ukuran padat
3.Three
medium:saringan
untuk menyaring air limbah yang mengandung 3 ukuran padatan.
2. Prinsip penjernihan air dengan
pengendapan (sedimentasi)
Sedimentasi merupakan proses
pengendapan bahan padat dari air olahan. Proses sedimentasi bisa terjadi bila
air limbah mempunyai berat jenis lebih besar daripada air sehingga mudah
tenggelam. Proses pengendapan ada yang bisa terjadi langsung, tetapi adapula
yang memerlukan proses pendahuluan, seperti koagulasi atau reaksi kimia.
Prinsip sedimentasi adalah pemisahan bagian padat dengan memanfaatkan gaya
gravitasi sehingga bagian yang padat berada di dasar kolam pengendapan,
sedangkan air dibagian atas.
3. Prinsip penjernihan air dengan
absorpsi dan adsorpsi
Absorpsi merupakan proses
penyerapan bahan-bahan tertentu dengan penyerapan tersebut, air menjadi jernih
karena zat-zat didalamnya diikat oleh absorben. Absorpsi umumnya menggunakan
bahan absorben dari karbon aktif. Pemakaiannya, dengan cara membubuhkan karbon
aktif bubuk ke dalam air olahan atau dengan cara menylurkan air melalui
saringan yang medianya terbuat dari karbon aktif kasar. Sistem ini efektif
untuk mengurangi warna serta menghilangkan bau dan rasa. Proses kerja
penyerapan (absorpsi) yaitu penyerapan ion-ion bebas di dalam air yang
dilakukan oleh absorben. Sebagai contoh, penyerapan ion oleh karbon aktif.
Absorben yang umum digunakan
adalah karbon aktif karena cocok untuk pengolahan air olahan yang mengandung
fenol dan bahan yang memiliki beral molekul tinggi. Karbon aktif yang digunakan
dapat berbentuk granula atau serbuk dengan waktu kontak 30 menit dalam tanki
pengolahan yang dilengkapi dengan pengaduk. Setiap gram karbon aktif dapat
mengabsorpsi 0,4 -0,9 fenol. Karbon aktif biasanya terbuat dari onthracile, bituminous,
petroleum coke, dan arang tempurung kelapa atau arang kayu.
Aplikasi absorpsi yaitu dengan
mencampurkan absorben dengan serbuk karbon aktif dengan cara menjadikan karbon
aktif sebagai media filtrasi. Apabila absorben dicampurkan dengan serbuk karbon
aktif, selanjutnya larutan disaring. Namun apabila karbon aktif digunakan
sebagai media penyaring, dipilih karbon aktif yang berbentuk granula dan secara
berkala harus dicuci atau diganti dengan yang baru. Disamping dapat
mengabsorpsi fenol, karbon aktif juga dapat mengabsorpsi racun dan
mikroorganisme.
Adsorpsi merupakan penangkapan/
pengikatan ion-ion bebas di dalam air oleh adsorben. Contoh zat yang digunakan
untuk proses adsorpsi adalah zeolit dan resin yang merupakan polimerasi dari
polihidrik fenol dengan formaldehid. Contohnya pengikatan ion Ca2+ dan Na+.
4. Prinsip penjernihan air dengan
elektrodialisis
Elektrodialisis merupakan proses
pemisahan ion-ion yang larut di dalam air limbah dengan memberikan dua kutub
listrik yang berlawanan dari arus searah (direct current, DC). Ion positif akan
bergerak ke kutub negative (katoda), sedangkan ion negative akan bergerak ke
kutub positif (anoda). Pada kutub positif (anoda). Ion negative akan melepaskan
elektronnya sehingga menjadi molekul yang berbentuk gas ataupun padat yang
tidak larut dalam air. Hal ini memungkinkan terjadinya pengendapan.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar