Rabu, 23 November 2016

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TERHADAP KESEHATAN DI MASYARAKAT

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TERHADAP KESEHATAN DI MASYARAKAT

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akanberperan besar dalam meningkatkan layanan kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan TIK dalam dunia kesehatan semakin meningkat dan mudah dengan adanya partisipasi Google Inc yang mulai menyediakan layanan  Medical Record Service.
Revolusi teknologi di bidang kesehatan yang telah dicapai sampai saat inimerupakan ciri yang bermakna dalam kehidupan modern. Walaupun demikiankekuatan teknologi harus dimanfaatkan secara hati-hati dan penuh tanggungjawab,untuk menjamin bahwa kita menerapkan secara efisien dan manusiawi. Penggunaanteknologi kesehatan yang tepat melibatkan tidak hanya penguasaan ilmupengetahuan, peralatan teknik atau mesin dan konsep-konsep tetapi juga untukmengetahui masalah-masalah ekonomi, etika dan moral (Raymond, 1998). Manusia yang dikaruniai akal dan budi akan selalu berusaha dalammenemukan dan menggunakan teknologi untuk mengeksploatasi alam dalamkehidupannya. Perkembangan dalam menemukan dan menggunakan teknologi yangdiperoleh melalui ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan kebudayaanmanusia dengan ruang dan waktunya.Menurut Anbar (1984) teknologi kesehatan dipandang dari perspektifperalatan secara praktis melibatkan semua jenis teknologi: akustik, mekanik, elektrikdan elektronik; kimiawi, fisikokimiawi, elektromagnit dan optic.
Menurut Rogowski (2007)  teknologi kesehatan dibagi dalam 5 kelompoksebagai berikut : (1) Obat-obat; meliputi: bahan-bahan kimia dan subtansi biologisyang dipakai untuk dimakan, diinjeksikan ke tubuh manusia untuk kepentinganmedis; (2) alat-alat (device) meliputi: alat-alat khusus untuk tujuan: diagnostik,terapi; (3) prosedur bedah dan medis atau kombinasinya yang sering kali sangatkomplek; (4) sistem penunjang atau support system: adalah teknologi yangdigunakan untuk memberikan pelayanan medis di rumah sakit; (5) systemorganisasional, adalah teknologi yang digunakan untuk menjamin penyampaianpelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.Sebagai bagian dari dunia yang berubah, saat ini pelayanan kesehatan dansistem kesehatan menghadapi perubahan-perubahan yang dramatis dalam teknologikesehatan. Perubahan ini akan mempengaruhi arah pelayanan kesehatan yangdisampaikan dan digunakan dan hubungan antara penyedia pelayanan kesehatan danpemakai atau pasien.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana teknologi kesehatan di masyarakat?
2. Bagaiaman implementasi di bidang kesehatan masyarakat?
3.Bagimanakah dampak negatif dan dampak postif teknologi di bidang kesehatan?
4. Apa manfaat teknologi kesehatan  di masyarakat?

1.3 TujuanPenulisan
1. Menjelaskan bagaimana teknologi kesehatan di masyarakat.
2.Menjelaskan bagaiamanaimplementasi di bidang kesehatan  masyarakat.
3. Menjelaskan bagaimana dampak negatif dan dampak positif teknologi               dibidang kesehatan.
4.Menjelaskan manfaat teknologi kesehatan  di masyarakat.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teknologi Kesehatan di Masyarakat
Terminologi teknologi berasal dari kata Yunani techneyang berarti seni (art)atau keterampilan (craft) (Hall, 2002). Dari kata itu dapat diturunkan kata teknik  dan teknologi.
Teknik adalah cara, metoda atau kemampuan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan ketrampilan dalam bidang tertentu. Teknologi mempunyaiarti yang banyak antara lain :
1.       Penerapan ilmu pengetahun untuk tujuan-tujuan praktis;
2.       cabang ilmupengetahuan mengenai penerapannya;
3.       kumpulan semua cara dari suatu kelompoksosial dalam memenuhi obyek-obyek material dari kebudayaannya (Bahtiar, 1996).
Teknologi kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dan diperlukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan kemandirian produk kesehatan, dan meningkatkan daya saing industri kesehatan.
Teknologi informasi pertama kali diterapkan di rumah sakit El Camino, California pada akhir tahun 1960-an. Di masa itu, komputer digunakan untuk mengolah seluruh data klien yang diperoleh selama klien dirawat di rumah sakit. Tahun 1970-an banyak institusi kesehatan yang mengembangkan Sistem Informasi Manajemennya (SIM) dengan menggunakan komputer. Pada tahun 1980-an dibuat software khusus keperawatan untuk mempermudah pendokumentasian, dimana dikenal dengan istilah Computer-based Patient Record System (CPRS). Di tahun tersebut, microcomputer atau Personal Computer (PC) juga diciptakan. Hal tersebut menjadikan penggunaan komputer lebih mudah digunakan oleh perawat maupun praktisi kesehatan lainnya. (Saba&McCormick, 1996 disitasi dari Craven&Hirnle, 2000).

2.2 Implementasi Teknologidi Bidang Kesehatan Masyarakat
Berikut adalah implementasi teknologi di bidang kesehatan masyarakat yaitu :
1.      Membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi
2.      Pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari
3.      Pencegahan KLB penyakit
4.      Mendeteksi dini kejadian gizi buruk
5.      Mendeteksi peningkatan kejadian malaria, diare, dan demam berdarah.
Dalam diskusi ini implementasi teknologi informasi lebih ditekankan pada pelaksanaan surveilans epidemiologi.Surveilans Epidemiologi merupakan suatu kegiatan analisis secara sistematik dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melaui proses pengumpulan data, pengolahan, dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.(WHO)
Epi info merupakan serial perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi di bidang epidemiologi dan kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengidentifiksi kebutuhan data surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah, identifikasi informasi yang dihasilkan surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah serta pembuatan prototype aplikasi surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah.
a. Pengumpulan data
b. Pengolahan data
c. Analisis dan intrepetasi data
d. Distribusi data
e. Evaluasi




2.3 Dampak Teknologi Kesehatan Bagi Masyarakat
Teknologi yang semakin berkembang menuntut sebuah realisasi yang berdampak positif terhadap kehidupan manusia khususnya di bidang keehatan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi para pendahulu telah berusaha untuk menyempurnakan apa yang telah diciptakan, kini dapat kita rasakan sedemikian rupa. Berikut beberapa hal yang menjadi bukti perkembangan teknologi yang dapat dianggap memiliki banyak dampak positif yang meluas dan berlaku secara umum di masyarakat. Dengan adanya perkembangan teknologi, berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap kemungkinan penyakit yang dapat menyerang manusia seketika.
     Menurut penelitian, penyakit menular dapat disebabkan oleh bakteri, cacing, dan jamur. Dengan menggunakan teknologi berupa mikroskop electron dapat diketahui proses perkembangbiakan suatu bakteri. Dengan demikian timbullah suatu usaha pemberantasan penyakit dengan beberapa cara, diantaranya:
-          Melokalisasi dan memberikan pengobatan yang tuntas terhadap penderita penyakit menular.
-          Dengan teknologi dan fasilitas pengobatan yang memadai dapat dugunakan untuk memberantas penyakit menular.
Dari pemikiran yang sesederhana ini akan berkembang menjadi suatu hal yang lebih modern dan kompleks. Teknologi computer misalnya, banyak mengubah alat-alat kedokteran. Semua informasi medis, termasuk yang dihasilkan dari sinar X, tes laboratorium, dan monitoring detak jantung, sekarang dapat ditransmisikan ke dokter lain dalam bentuk format digital.
     Teknologi transfer gambar juga menjadikan gambar radiologi, misalnya CT scan dan MRI, bias segera dikirim ke diagram elektronik dan meja dokter. Rekam medik elektronik dan perangkat komputerisasi lainnya membuat serangan jantung bias mendapatkan pengobatan yang sesuai, dan kadar gula darah pasien diabetes pun bias terukur.
     Telemedicine atau pengobatan jarak jauh, yang merupakan perawatan yang diberikan melalui telekomunikasi juga turut membantu dunia kesehatan. Sekatrang Telemedicine telah diimplementasikan oleh administrator penjara amerika, tempat dimana tahanan diberi jaminan perawatan medis karena jumlah tahanan semakin banyak maka biaya kesehatan pun perlu dikontrol.
     Dengan berbagai keuntungan yang ditumbulkan dari teknologi kesehatan juga dapat menimbulkan berbagai dampak negative terhadap kesehatan. Berikut adalah dampak negatif dari perkembangan teknologi tehadap kesehatan.
-          Efek radiasi yang berpotensi menghasilkan penyakit baru. Salah satu contoh adalah penyakit kanker yang hingga saat ini belum memiliki obat yang bias mendeteksi hingga tercapainya suatu kesembuhan yang sempurna bagi penderita. Selain itu, unsur dari radioaktif yang digunakan untuk mengobati penderita kanker juga dapat menimbulkan radiasi yang berbahaya, dan tentunya hal tersebut menjadi cikal bakan timbulnya penyakit baru yang berbahaya.
-          Memberikan efek ketergantungan. Teknologi yang kian berkembang juga dapat menimbulkan timbal balik yang bersifat negative seperti sifat ketergantungan. Para pengonsumsi obat antibiotic yang banyak beredar di masyarakat ternyata tidak semata-mata hanya mengurangi keluhan yang ada, melainkan juga menimbulkan ketergantungan dengan intensitas yang berbeda-beda dari masing-masing jenis antibiotic. Tidak hanya sampai disitu, akan tetapi kemungkinan akan menyebabkan penyakit tersebut memiliki tingkat kekebalan terhadap antibiotic tersebut.
-          Kesalahan persepsi yang diyakini oleh masyarakat. Salah satu contoh yang terjadi di kalangan masyarakat adalah maraknya keinginan para penikmat koletrol berlebih. Mereka memiliki anggapan bahwa untuk mengurangi berat badan yaitu dengan mengurangi jumlah porsi makanan yang dikonsumsi.
-          Kerahasiaan seseorang tidak terjamin. Majunya peradaban teknologi juga tidak menjamin bahwa penggunanya merasa aman atau terlindungi terhadap sesuatu yang berhubungan dengan privasi. Sekarang telah diciptakan perangkat lunak yang bias mengukur resiko kanker payudara bagi perempuan. Pasien bias mengirim email untuk meminta rekam medik ke dokter. Namun hal ini masih dinilai memiliki permasalahan yang kaitannya dengan privasi pasien dan keamanan data tersebut.
-          Terganggunya saraf. Saraf manusia merupakan organ vital yang peril dilindungi. Naming teknologi juga menunjukkan indikasi bahwa dalam hal ini berbahaya bagi stabilitas saraf. RSI merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja (Work-RelatedUpper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan kerja.

2.4 Manfaat Teknologi Kesehatan di Masyarakat
Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut sebagai e-Health saat ini sedang mendapat banyak perhatian dunia  disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Adanya sistem E-Health  bagi dunia kesehatan. E-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet.
Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.
E-Health dalam berbagai hal dapat meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas dan efektifitas dari pelayanan yang diberikan. Aplikasi atau solusi e-Health meliputi produk, sistem dan pelayanan yang menjadi lebih sederhana dengan aplikasi berbasis internet. E-Health meliputi aplikasi untuk para profesional dan otoritas kesehatan yang lebih baik daripada sistem kesehatan pribadi untuk masyarakat dan pasien. Di dalam era Millennium Development Goals (MDG), pengembangan E-Health merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Adapun beberapa manfaat teknologi informasi di bidang kesehatan masyarakat yaitu:
aPemanfaatan Teknologi Informasi di Bidang Manajemen Kesehatan :
1.      Mambantu dalam Membangun Sistem informasi rumah sakit (SIR) secara luas.Sistem informasi rumah sakit sangat menolong untuk pertukaran informasi antar rumah sakit.
2.      Membantu dalam melakukan manajemen oleh perawat.
Teknologi informasi dalam SIKM, dapat digunakan untuk membantu perawat dalam mendata pasien, mengklasifikasikan pasien, catatan personal mengenai riwayat penyakit pasien serta laporan bertahap menganai kondisi dari pasien yang dirawat.
3.      Komputer juga dapat membantu pembuatan sistem klasifikasi pasien.
Dengan bantuan alat komputer, dapat membantu dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat, berguna juga untuk memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat.
4.      Alat bantu rekam medic
 Komputer di  rumah sakit adalah membantu dalam penerapan rekam medis medis. Pengertian rekam medis berbasis komputer secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll) konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis.
b. Pemanfaatan Teknologi Informasi di Bidang Pelayanan Kesehatan :
1.    Dengan TIK, maka peningkatan gizi buruk, peningkatan kejadian malaria, diare, demam berdarah, dapat terdeteksi lebih dini melalui perangkat TIK yang bergerak (m-Health).
2.    Kemajuan TIK juga dapat membantu mengatasi masalah langkanya tenaga ahli di daerah dengan menerapkan pengobatan jarak jauh, seperti: tele-medicine, tele-consultation, dan tele-radiology. Saat ini, Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pelaku industri telah mengembangkan pengobatan jarak jauh.
3.    Penerapan TIK dalam bidang kesehatan telah mengubah pola juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien, yaitu dengan sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
4.    Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
5.    Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet, satelit dan lain sebagainya. 
6.    Komputer Genggam (PDA/Personal Digital Assistant)
Personal Digital Assitant (PDA)  dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi/penanganan klinis tertentu. Contoh aplikasi klinis yang dapat digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat memiliki akses terhadap database pasien di rumah sakit melalui jaringan internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsung PDA dan memberikan feedback kepada rumah sakit.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Terminologi teknologi berasal dari kata Yunani techneyang berarti seni (art)atau keterampilan (craft) (Hall, 2002).Teknologi mempunyaiarti yang banyak antara lain:
-           Penerapan ilmu pengetahun untuk tujuan-tujuan praktis;
-          cabang ilmupengetahuan mengenai penerapannya;
-          kumpulan semua cara dari suatu kelompoksosial dalam memenuhi obyek-obyek material dari kebudayaannya (Bahtiar, 1996).
Teknologi kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dan diperlukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan kemandirian produk kesehatan, dan meningkatkan daya saing industri kesehatan.
     Dalam pengimplementasian teknologi sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan. Berikut adalah implementasi teknologi di bidang kesehatan masyarakat yaitu :
1.      Membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi
2.      Pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari
3.      Pencegahan KLB penyakit
4.      Mendeteksi dini kejadian gizi buruk
5.      Mendeteksi peningkatan kejadian malaria, diare, dan demam berdarah.
     Dalam pengembangan sitem pelayanan kesehatan, sitem E-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Dengan adanya sistem E-Health dapat bermanfaat bagi sitem menejemen palayanan kesehatan maupun di bidang pelayanan kesehatan.

3.2 Saran
            Perlunya pengenalan kepada masyarakat tentang dampak posisitif dan dampak negatif dari pengembangan teknologi. Perlu diadakannya pengawasan terhadap pengaplikasian teknologi dimasyarakat.

            Sebagai insan terpelajar maka sepatutnya kita mampu untuk turut berperan dalam mengembangkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Mampu mengimplementasikan hal yang bersifat positif dari perkembangan IPTEK tersebut kepada masyarakat luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar