IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TERHADAP KESEHATAN DI MASYARAKAT
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tidak
bisa dipungkiri lagi, bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akanberperan
besar dalam meningkatkan layanan kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan
TIK dalam dunia kesehatan semakin meningkat dan mudah dengan adanya partisipasi
Google Inc yang mulai menyediakan layanan
Medical Record Service.
Revolusi teknologi di bidang
kesehatan yang telah dicapai sampai saat inimerupakan ciri yang bermakna dalam
kehidupan modern. Walaupun demikiankekuatan teknologi harus dimanfaatkan secara
hati-hati dan penuh tanggungjawab,untuk menjamin bahwa kita menerapkan secara
efisien dan manusiawi. Penggunaanteknologi kesehatan yang tepat melibatkan
tidak hanya penguasaan ilmupengetahuan, peralatan teknik atau mesin dan konsep-konsep
tetapi juga untukmengetahui masalah-masalah ekonomi, etika dan moral (Raymond,
1998). Manusia yang dikaruniai akal dan
budi akan selalu berusaha dalammenemukan dan menggunakan teknologi untuk
mengeksploatasi alam dalamkehidupannya. Perkembangan dalam menemukan dan menggunakan teknologi yangdiperoleh
melalui ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan kebudayaanmanusia dengan
ruang dan waktunya.Menurut Anbar (1984) teknologi kesehatan dipandang dari
perspektifperalatan secara praktis melibatkan semua jenis teknologi: akustik,
mekanik, elektrikdan elektronik; kimiawi, fisikokimiawi, elektromagnit dan
optic.
Menurut
Rogowski (2007) teknologi kesehatan dibagi dalam 5
kelompoksebagai berikut : (1) Obat-obat; meliputi: bahan-bahan kimia dan
subtansi biologisyang dipakai untuk dimakan, diinjeksikan ke tubuh manusia
untuk kepentinganmedis; (2) alat-alat (device) meliputi: alat-alat khusus untuk
tujuan: diagnostik,terapi; (3) prosedur bedah dan medis atau kombinasinya yang
sering kali sangatkomplek; (4) sistem penunjang atau support system: adalah
teknologi yangdigunakan untuk memberikan pelayanan medis di rumah sakit; (5) systemorganisasional,
adalah teknologi yang digunakan untuk menjamin penyampaianpelayanan kesehatan
yang efektif dan efisien.Sebagai bagian dari dunia yang berubah, saat ini
pelayanan kesehatan dansistem kesehatan menghadapi perubahan-perubahan yang
dramatis dalam teknologikesehatan. Perubahan ini akan mempengaruhi arah
pelayanan kesehatan yangdisampaikan dan digunakan dan hubungan antara penyedia
pelayanan kesehatan danpemakai atau pasien.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana teknologi kesehatan di masyarakat?
2. Bagaiaman
implementasi di bidang kesehatan masyarakat?
3.Bagimanakah dampak negatif dan dampak postif teknologi
di bidang kesehatan?
4. Apa manfaat teknologi kesehatan di masyarakat?
1.3 TujuanPenulisan
1. Menjelaskan bagaimana teknologi kesehatan di masyarakat.
2.Menjelaskan bagaiamanaimplementasi di bidang kesehatan masyarakat.
3. Menjelaskan bagaimana dampak negatif
dan dampak positif teknologi
dibidang
kesehatan.
4.Menjelaskan manfaat teknologi kesehatan di masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teknologi Kesehatan
di Masyarakat
Terminologi teknologi berasal dari kata
Yunani techneyang berarti seni (art)atau keterampilan (craft) (Hall, 2002). Dari kata itu dapat
diturunkan kata teknik dan teknologi.
Teknik
adalah cara, metoda atau kemampuan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan ketrampilan
dalam bidang tertentu. Teknologi mempunyaiarti yang banyak antara lain :
1.
Penerapan ilmu pengetahun untuk tujuan-tujuan
praktis;
2.
cabang ilmupengetahuan mengenai penerapannya;
3.
kumpulan semua cara dari suatu kelompoksosial
dalam memenuhi obyek-obyek material dari kebudayaannya (Bahtiar, 1996).
Teknologi
kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dan diperlukan dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan kemandirian produk
kesehatan, dan meningkatkan daya saing industri kesehatan.
Teknologi
informasi pertama kali diterapkan di rumah sakit El Camino, California pada
akhir tahun 1960-an. Di masa itu, komputer digunakan untuk mengolah seluruh
data klien yang diperoleh selama klien dirawat di rumah sakit. Tahun 1970-an
banyak institusi kesehatan yang mengembangkan Sistem Informasi Manajemennya
(SIM) dengan menggunakan komputer. Pada tahun 1980-an dibuat software khusus
keperawatan untuk mempermudah pendokumentasian, dimana dikenal dengan istilah
Computer-based Patient Record System (CPRS). Di tahun tersebut, microcomputer
atau Personal Computer (PC) juga diciptakan. Hal tersebut menjadikan penggunaan
komputer lebih mudah digunakan oleh perawat maupun praktisi kesehatan lainnya. (Saba&McCormick,
1996 disitasi dari Craven&Hirnle, 2000).
2.2 Implementasi Teknologidi Bidang Kesehatan Masyarakat
Berikut adalah implementasi
teknologi di bidang kesehatan masyarakat yaitu :
1.
Membantu pelaksanaan
surveilans epidemiologi
2.
Pengamatan kejadian
penyakit dari hari ke hari
3.
Pencegahan KLB penyakit
4.
Mendeteksi dini
kejadian gizi buruk
5.
Mendeteksi peningkatan
kejadian malaria, diare, dan demam berdarah.
Dalam diskusi
ini implementasi teknologi informasi lebih ditekankan pada pelaksanaan
surveilans epidemiologi.Surveilans Epidemiologi merupakan suatu kegiatan
analisis secara sistematik dan terus menerus terhadap penyakit atau
masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan
dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat
melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melaui proses
pengumpulan data, pengolahan, dan penyebaran informasi epidemiologi kepada
penyelenggara program kesehatan.(WHO)
Epi info
merupakan serial perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi
di bidang epidemiologi dan kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah untuk
mengidentifiksi kebutuhan data surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah
pada anak sekolah, identifikasi informasi yang dihasilkan surveilans
epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak sekolah serta pembuatan
prototype aplikasi surveilans epidemiologi penyakit potensial wabah pada anak
sekolah.
a. Pengumpulan data
b. Pengolahan data
c. Analisis dan intrepetasi
data
d. Distribusi data
e. Evaluasi
2.3 Dampak Teknologi
Kesehatan
Bagi Masyarakat
Teknologi yang semakin berkembang
menuntut sebuah realisasi yang berdampak positif terhadap kehidupan manusia
khususnya di bidang keehatan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi para
pendahulu telah berusaha untuk menyempurnakan apa yang telah diciptakan, kini
dapat kita rasakan sedemikian rupa. Berikut beberapa hal yang menjadi bukti
perkembangan teknologi yang dapat dianggap memiliki banyak dampak positif yang
meluas dan berlaku secara umum di masyarakat. Dengan adanya perkembangan
teknologi, berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap kemungkinan
penyakit yang dapat menyerang manusia seketika.
Menurut penelitian, penyakit menular dapat disebabkan oleh bakteri,
cacing, dan jamur. Dengan menggunakan teknologi berupa mikroskop electron dapat
diketahui proses perkembangbiakan suatu bakteri. Dengan demikian timbullah
suatu usaha pemberantasan penyakit dengan beberapa cara, diantaranya:
-
Melokalisasi dan
memberikan pengobatan yang tuntas terhadap penderita penyakit menular.
-
Dengan teknologi dan
fasilitas pengobatan yang memadai dapat dugunakan untuk memberantas penyakit
menular.
Dari pemikiran yang sesederhana ini
akan berkembang menjadi suatu hal yang lebih modern dan kompleks. Teknologi
computer misalnya, banyak mengubah alat-alat kedokteran. Semua informasi medis,
termasuk yang dihasilkan dari sinar X, tes laboratorium, dan monitoring detak
jantung, sekarang dapat ditransmisikan ke dokter lain dalam bentuk format
digital.
Teknologi transfer gambar juga menjadikan gambar radiologi, misalnya CT
scan dan MRI, bias segera dikirim ke diagram elektronik dan meja dokter. Rekam
medik elektronik dan perangkat komputerisasi lainnya membuat serangan jantung
bias mendapatkan pengobatan yang sesuai, dan kadar gula darah pasien diabetes
pun bias terukur.
Telemedicine atau pengobatan jarak jauh, yang merupakan perawatan yang
diberikan melalui telekomunikasi juga turut membantu dunia kesehatan. Sekatrang
Telemedicine telah diimplementasikan oleh administrator penjara amerika, tempat
dimana tahanan diberi jaminan perawatan medis karena jumlah tahanan semakin
banyak maka biaya kesehatan pun perlu dikontrol.
Dengan berbagai keuntungan yang ditumbulkan dari teknologi kesehatan
juga dapat menimbulkan berbagai dampak negative terhadap kesehatan. Berikut
adalah dampak negatif dari perkembangan teknologi tehadap kesehatan.
-
Efek radiasi yang
berpotensi menghasilkan penyakit baru. Salah satu contoh adalah penyakit kanker
yang hingga saat ini belum memiliki obat yang bias mendeteksi hingga
tercapainya suatu kesembuhan yang sempurna bagi penderita. Selain itu, unsur
dari radioaktif yang digunakan untuk mengobati penderita kanker juga dapat
menimbulkan radiasi yang berbahaya, dan tentunya hal tersebut menjadi cikal
bakan timbulnya penyakit baru yang berbahaya.
-
Memberikan efek ketergantungan.
Teknologi yang kian berkembang juga dapat menimbulkan timbal balik yang
bersifat negative seperti sifat ketergantungan. Para pengonsumsi obat
antibiotic yang banyak beredar di masyarakat ternyata tidak semata-mata hanya
mengurangi keluhan yang ada, melainkan juga menimbulkan ketergantungan dengan
intensitas yang berbeda-beda dari masing-masing jenis antibiotic. Tidak hanya
sampai disitu, akan tetapi kemungkinan akan menyebabkan penyakit tersebut
memiliki tingkat kekebalan terhadap antibiotic tersebut.
-
Kesalahan persepsi yang
diyakini oleh masyarakat. Salah satu contoh yang terjadi di kalangan masyarakat
adalah maraknya keinginan para penikmat koletrol berlebih. Mereka memiliki
anggapan bahwa untuk mengurangi berat badan yaitu dengan mengurangi jumlah
porsi makanan yang dikonsumsi.
-
Kerahasiaan seseorang
tidak terjamin. Majunya peradaban teknologi juga tidak menjamin bahwa
penggunanya merasa aman atau terlindungi terhadap sesuatu yang berhubungan
dengan privasi. Sekarang telah diciptakan perangkat lunak yang bias mengukur
resiko kanker payudara bagi perempuan. Pasien bias mengirim email untuk meminta
rekam medik ke dokter. Namun hal ini masih dinilai memiliki permasalahan yang
kaitannya dengan privasi pasien dan keamanan data tersebut.
-
Terganggunya saraf.
Saraf manusia merupakan organ vital yang peril dilindungi. Naming teknologi
juga menunjukkan indikasi bahwa dalam hal ini berbahaya bagi stabilitas saraf. RSI
merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan
kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan
sakit urat otot. RSI meliputi gangguan lengan
atas berkaitan dengan kerja (Work-RelatedUpper Limb Disorders) dan luka
penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan kerja.
2.4 Manfaat
Teknologi Kesehatan di Masyarakat
Pelayanan kesehatan berbasis
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut
sebagai e-Health saat ini sedang mendapat banyak perhatian dunia disebabkan
oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan
manusia.
Adanya
sistem E-Health bagi dunia kesehatan. E-Health
dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu
dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara
elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan
melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real
time melalui internet.
Layanan
kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya
dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan
layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.
E-Health dalam
berbagai hal dapat meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan dan meningkatkan
kualitas dan efektifitas dari pelayanan yang diberikan. Aplikasi atau solusi e-Health meliputi produk,
sistem dan pelayanan yang menjadi lebih sederhana dengan aplikasi berbasis
internet. E-Health
meliputi aplikasi untuk para profesional dan otoritas kesehatan yang lebih baik
daripada sistem kesehatan pribadi untuk masyarakat dan pasien. Di dalam era Millennium
Development Goals (MDG), pengembangan E-Health merupakan salah satu bentuk
peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Adapun beberapa manfaat teknologi informasi di bidang
kesehatan masyarakat yaitu:
a. Pemanfaatan
Teknologi Informasi di Bidang Manajemen Kesehatan :
1. Mambantu
dalam Membangun Sistem informasi rumah sakit (SIR) secara luas.Sistem
informasi rumah sakit sangat menolong untuk pertukaran informasi antar rumah
sakit.
2. Membantu
dalam melakukan manajemen oleh perawat.
Teknologi
informasi dalam SIKM, dapat digunakan untuk membantu perawat dalam mendata pasien, mengklasifikasikan pasien, catatan personal
mengenai riwayat penyakit pasien serta laporan bertahap menganai kondisi dari
pasien yang dirawat.
3. Komputer
juga dapat membantu pembuatan sistem klasifikasi pasien.
Dengan bantuan alat komputer, dapat membantu dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat, berguna juga untuk memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat.
Dengan bantuan alat komputer, dapat membantu dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat, berguna juga untuk memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat.
4. Alat bantu
rekam medic
Komputer
di rumah sakit adalah membantu dalam penerapan rekam medis medis.
Pengertian rekam medis berbasis komputer secara prinsip adalah penggunaan
database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam
manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun
berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter,
digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll) konversi hasil pemeriksaan
laboratorium maupun interpretasi klinis.
b. Pemanfaatan Teknologi Informasi di Bidang Pelayanan Kesehatan :
1. Dengan TIK,
maka peningkatan gizi buruk, peningkatan kejadian malaria, diare, demam
berdarah, dapat terdeteksi lebih dini melalui perangkat TIK yang bergerak
(m-Health).
2. Kemajuan TIK
juga dapat membantu mengatasi masalah langkanya tenaga ahli di daerah dengan
menerapkan pengobatan jarak jauh, seperti: tele-medicine, tele-consultation,
dan tele-radiology. Saat ini, Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak,
seperti institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pelaku industri telah
mengembangkan pengobatan jarak jauh.
3. Penerapan
TIK dalam bidang kesehatan telah mengubah pola juru medis untuk mengetahui
riwayat penyakit pasien, yaitu dengan sistem berbasis kartu cerdas (smart card)
dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang
ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui
riwayat penyakit pasien.
4. Digunakannya
robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil
pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
5. Telemedicine
merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan
pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi
audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya
menggunakan internet, satelit dan lain sebagainya.
6. Komputer
Genggam (PDA/Personal Digital Assistant)
Personal Digital Assitant (PDA) dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data
klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi/penanganan klinis
tertentu. Contoh aplikasi klinis yang dapat digunakan di PDA seperti epocrates.
Pemanfaatan PDA yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter
tetap dapat memiliki akses terhadap database pasien di rumah sakit melalui
jaringan internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah
pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui
jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara
langsung PDA dan memberikan feedback kepada rumah sakit.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Terminologi
teknologi berasal dari kata Yunani techneyang berarti seni (art)atau keterampilan (craft) (Hall, 2002).Teknologi mempunyaiarti
yang banyak antara lain:
-
Penerapan ilmu pengetahun untuk tujuan-tujuan
praktis;
-
cabang
ilmupengetahuan mengenai penerapannya;
-
kumpulan
semua cara dari suatu kelompoksosial dalam memenuhi obyek-obyek material dari
kebudayaannya (Bahtiar, 1996).
Teknologi
kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dan diperlukan dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan kemandirian produk
kesehatan, dan meningkatkan daya saing industri kesehatan.
Dalam pengimplementasian teknologi sangat
bermanfaat bagi dunia kesehatan. Berikut
adalah implementasi teknologi di bidang kesehatan masyarakat yaitu :
1.
Membantu pelaksanaan
surveilans epidemiologi
2.
Pengamatan kejadian
penyakit dari hari ke hari
3.
Pencegahan KLB penyakit
4.
Mendeteksi dini
kejadian gizi buruk
5.
Mendeteksi peningkatan
kejadian malaria, diare, dan demam berdarah.
Dalam pengembangan sitem pelayanan
kesehatan, sitem E-Health dapat diterapkan untuk
membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan
tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil
data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi
dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui
internet. Dengan adanya sistem E-Health dapat bermanfaat bagi sitem menejemen
palayanan kesehatan maupun di bidang pelayanan kesehatan.
3.2 Saran
Perlunya
pengenalan kepada masyarakat tentang dampak posisitif dan dampak negatif dari
pengembangan teknologi. Perlu diadakannya pengawasan terhadap pengaplikasian
teknologi dimasyarakat.
Sebagai
insan terpelajar maka sepatutnya kita mampu untuk turut berperan dalam
mengembangkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Mampu mengimplementasikan
hal yang bersifat positif dari perkembangan IPTEK tersebut kepada masyarakat
luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar