PENYAKIT LEGIONNAIRE
Penyakit Legionnaire merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerangpada pernapasan. Penyakit ini disebut juga sebagai Legionella Pneumonia atau Fever, karena dikategorikan sebagai penyakit pneumonia berat atau parah, yang juga dapat menyebabkan demam Pontiac. Jenis penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophilia, serta spesies lain dari Legionella yang juga dapat menyebabkan serangkaian penyakit pernapasan lainnya, seperti batuk ringan, demam, dan pneumonia.s
Legionnaire pertama kali ditemukan pada tahun 1976 setelah terjadi wabah penyakit yang mirip dengan peneumonia berat pada veteran perang di
sebuah konvensi legion Amerika. Penyakit infeksi pernapasan ini lebih banyak menyerang laki-laki. Selain itu, banyak menyerang pada lansia, perokok, dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Timbulnya gejala penyakit ini akan semakin memburuk pada hari keempathingga keenam. Selanjutnya akan membaik kembali setelah empat atau lima hari. Faktor resiko penyakit Legionnaire dapat menyerang pada orang yang merokok dan pencandu alkohol atau alcoholic. Selain itu juga dapat menye-rang pada orang yang memiliki penyakit tertentu seperti gagal ginjal, kanker, diabetes, atau penyakit obstruktif yang menahun. Penyakit juga dapat menyerang pada penderita yang memiliki sistem kekebalan akibat kemoterapikortikosteroid, atau penyakit kanker dan leukimia. Bakteri penyebab penyakit Legionnaire biasa ditemukan sistem pengaliran air dan bisa bertahan di dalam penyejuk udara yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran, serta rumah sakit.
Bakteri ini dapat berkembang sangat cepat. Maka dari itu jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau pun di rumah sakit dapat terjadi wabah yang luas. Jika penyakit ini tidak mendapat penanganan serius, maka dapat berakibat fatal. Meski penderita telah mendapatkan peng-obatan menggunakan antibiotik akan menyembuhkan penyakit ini. Namun, pada beberapa orang masih mengalami masalah setelah perawatan.
1 Pengertian Legionellosis
Penyakit
Legionnaire merupakan infeksi paru-paru (pneumonia)
yang disebabkan bakteri
Legionella. Sulit untuk membedakan penyakit Legionnaire
dari jenis
pneumonia lain berdasarkan gejala saja.
Legionella
pneumophila termasuk bakteri gram negatif, merupakan bakteri non-acid fast,
tidak berspora,
tidak memiliki kapsul, berbentuk batang dan ada juga yang bulat,
aerobik, tidak dapat menghidrolisis gelatin atau memproduksi urease,
non-fermentatif, tidak meragi
D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit, menggunakan asam amino sebagai sumber energi, merupakan parasit fakultatif dalam sel, bisa beranak-pinak dalam macrophage manusia dan juga dalam parasit seperti amoeba.
Legionella pneumophila positif terhadap uji oksidase-katalase,
dapat memproduksi
beta-laktam, kebanyakan bersifat motil dan memiliki satu hingga tiga kutu batau flagella lateral.
Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 26 mg/l.
Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7°C - 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C - 45°C.
Legionella
pneumophila digolongkan kedalam bakteri Gram negative,
karena keunikan kandungan lipopolisakarida yang
terdapat pada lapisan terluar di bagian luar membran sel. Sementara,
kumpulan rantai pembentuk dinding selnya membawa antigen yang
menjadi ciri khusus organism ini. Komposisi kimia tersebut merupakan ciri khas alami somatik atau antigen-O, yang
sangat penting bagi pengklasifikasian jenis bakteria gram.
Setidaknya terdapat
35 serovar berbeda dari Legionella
pneumophila yang telah ditemukan,
selain fakta bahwa beberapa spesies lain terdiri atas beberapa serovar.
2 Penularan Penyakit Legionellosis
Penularan Legionella pada manusia, antara lain
melalui aspirasi
air yang terkontaminasi, inokulasi langsung melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang
terkontaminasi, aerosol yang mengandung organisme Legionella
yang berasal dari menara pendingin dan kondenso revaporatif (menguap),
kontaminasi pada system pendistribusian air
minum. Penyakit ini tidak tersebar di antara sesame manusia. Masa inkubasinya 2-10 hari,
tingkat mortalitasnya
15-20% akan lebih tinggi bila telat diagnosis.
Penyakit Legionaire paling
sering menimpa manusia setengah umur keatas, terutama yang
merokok atau menderita penyakit paru-paru menahun. Demikian pula
orang-orang yang sistem ketahanannya tertekan oleh obat atau penyakit seperti kanker, kegagalan ginjal, kencing manis atau AIDS.
Penyakit Legionnaire dapat terjadi setelah seseorang menghirup uap air atau debu tercemar walaupun ada banyak spesies bakteri Legionella yang
berlainan, dua spesies
yang paling umum menyebabkan penyakit di NSW adalah Legionella pneumophila dan Legionella
longbeachae. Bakteri
Legionella pneumophila dapat mencemarkan tangki pendingin AC, spa air
pusar, pancuran dan tempat lain yang
berair, Legionella longbeachae dapat mencemari tanah atau campuran tanah pot. Orang
mungkin terekspos pada bakteri ini di rumah, di tempat kerja atau di tempat umum, penyakit
Legionnaire tidak ditularkan dari orang ke orang.
3
Gejala Penyakit Legionellosis
Penyakit Legionnaire
menyebabkan demam,
panas dingin,
batuk dan sesak napas. Gejala dari penyakit
Legionnaire biasanya mulai terjadi 2-14 hari setelah terpapar bakteri legionella. Hal ini sering dimulai dengan tanda-tanda dan gejala berikut:
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Panas dingin
• Demam yang mungkin 104 F (40°C) atau lebih tinggi
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Panas dingin
• Demam yang mungkin 104 F (40°C) atau lebih tinggi
Dan pada hari kedua atau ketiga disertai dengan gejala seperti:
• Batuk, yang mungkin disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah.
• Sesak napas
• Nyeri dada
• Kelelahan
• Kehilangan nafsu makan
• Gejala gastrointestinal, seperti mual, muntah dan diare
• Kebingungan atau perubahan mental lainnya.
Walaupun penyakit Legionnaire terutama mengenai paru-paru, kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi pada luka dan di bagian lain dari tubuh, termasuk jantung. Suatu bentuk ringan dari penyakit Legionnaire adalah demam Pontiac, dengan gejala demam, menggigil, sakit kepala dan nyeri otot. Demam Pontiac tidak menginfeksi paru-paru dan gejala biasanya terjadi kurun waktu 2-5 hari. Penderita dapat jatuh sakit parah dengan pneumonia; kebanyakan penderita sembuh tetapi penyakit ini ada kalanya bisa mematikan.
• Batuk, yang mungkin disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah.
• Sesak napas
• Nyeri dada
• Kelelahan
• Kehilangan nafsu makan
• Gejala gastrointestinal, seperti mual, muntah dan diare
• Kebingungan atau perubahan mental lainnya.
Walaupun penyakit Legionnaire terutama mengenai paru-paru, kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi pada luka dan di bagian lain dari tubuh, termasuk jantung. Suatu bentuk ringan dari penyakit Legionnaire adalah demam Pontiac, dengan gejala demam, menggigil, sakit kepala dan nyeri otot. Demam Pontiac tidak menginfeksi paru-paru dan gejala biasanya terjadi kurun waktu 2-5 hari. Penderita dapat jatuh sakit parah dengan pneumonia; kebanyakan penderita sembuh tetapi penyakit ini ada kalanya bisa mematikan.
4
Pencegahan Penyakit Legionellosis
Legionella
pneumophophila tumbuh dan mencapai jumlah yang besar dalam air yang hangat dan tenang. Wabah ada kalanya dikaitkan dengan tangki pendingin yang tercemar
(yang merupakan bagian dari sistem AC di bangunan besar). Pemeriksaan, didesinfeksi dan perawatan berkala tangki pendingin dan sistem leding membatasi pertumbuhan bakteri ini.
Legionella rentan terhadap panas. Suhu air dalam tangki air panas sambil harus ditingkatkan sampai 60 derajat celsius atau tank harus dikeringkan dan dibersihkan untuk menghilangkan endapan dan skala. Menara pendingin, humidifiers, unit penanganan udara, lantai saluran dan sumber air
tergenang lainnya harus dikeringkan, dibersihkan dan didesinfeksi. Kembangkan jadwal untuk menghapus, pembersihan dan desinfeksi showerheads dan semua peralatan yang
menghasilkan tetesan air. Install efisiensi tinggi penyaring pada intake
ventilasi, mempertahankan tingkat yang memadai dari biocide seperti klorin di kolam renang spa bersama dengan saluran yang lengkap dan bersih dari seluruh sistem setidaknya mingguan serta menerapkan control seperti itu terutama di
rumah sakit, lokasi industri, hotel, pusat hiburan, dan lain-lain akan sangat mengurangi resiko kontaminasi Legionella dan mencegah terjadinya kasus-kasus sporadis.